Busi,sekali lg akan coba saya bahas di postingan trbaru ini.kali ini yg akan dibahas adalah mengenai posisi pemasangan busi.sepintas,pemasangan busi tidaklah merepotkan&tidaklah memberi efek berarti untuk pembakaran diruang bakar.tapi,jika diperhatikan lebih detail,posisi pemasangannya sangat memberi efek trhadap kesempurnaan pembakaran.
Apa saja yang harus di perhatikan dalam pemasangannya???
untuk langkah awal adalah memperhatikan posisi kepala busi.paling bagus,posisi gap kontak atau spark plug gap kepala busi (yg tidak trhalang top ground elektroda yg mirip cakar) harus diposisikan mengarah lubang aliran masuk gas bakar.dengan begitu,kemampuan pembakaran akan semakin cepat dengan intensitas serta besar percikan api busi lebih sempurna.
Untuk type mesin 4 tak,posisinya harus diarahkn ke katup klep in,sedangkan untuk type mesin 2tak,posisinya diarahkan ke lubang intake karbu.
Bagaimana cara mengatur agar dapat posisinya yg pas???
yg paling gampang nh,sebelum dipasang tandai dulu posisi kepala busi dengan garis spidol di bodi busi.dijamin pas posisinya tnpa harus meraba-raba.
Perhatikan panjang pendek ulir busi.hal ini sangat berpengaruh trhadap jarak titik bakar dgn ruang bakarnya.perhitungannya"Semakin dekat jarak titik bakar busi,akan didapat jg kesempurnaan pembakarannya".
cobalah pilih busi dengan ulir yg lebih panjang.Misalkan,buat anda yg menggunakan motor bebek Honda,Busi Hoanda Karisma-lah yg memiliki jarak ulir paling panjang.
Takut terjadi kontak dengan Piston krna jaraknya trlalu dekat??
Pada dasarnya klo kita ngga utak-atik dalaman mesin seperti diganti piston atau distroke,y ngga akan tahu.
jika kurang yakin,coba trik dengan pengganjalan ring gasket busi.setelah dipasang,tes dengan starter kaki secara perlahan.setelah dites,coba buka busi dan lihat apakah ada perubahan pada busi atau tidak.jika gap busi berubah menyempit atau mentok center elektroda,berarti busi trlalu panjang dan harus ditambah lg ring gasketnya,tapi klo ngga,dijamin motornya makin ngacir dh..
Pemasangan busi memang sering dianggap sepele,tp jk hal yg sepele kita perhatikan dgn detail,bukan ngga mungkin motor yg kita gunakan akn lebih bisa dimaksimalkn fungsinya...
SELAMAT MENCOBA!!!
Jumat, 19 Februari 2010
Selasa, 09 Februari 2010
CARA PRAKTIS PENGECEKKAN PIRINGAN CAKRAM
Kelayakan pakai piranti rem cakram ternyata tidak hanya tergantung pd kelayakan kondisi kampas rem,instalasi selang rem,serta kapasitas kandungan minyak remnya saja.Yang wajib diperhatikan juga adalah kondisi piringan cakram yg meski berbahan baja atau besi cor,ternyata ada batas waktu pemakaiannya.
Nah, kapan dong batas maksimal penggunaanya??
Jika kita belajar untuk teliti memperhatikan detail-detail angka yg ada di bagian piringan cakram,maka kita akan lebih cepat untuk mengantisipasi keausan di bagian trsebut.
Cobalah perhatikan dengan seksama,pasti ada tulisan Min TH pada bagian tertentu di piringan cakram tsb,yang artinya Minimum Thickness atau batas paling tipis.rata-rata pada motor bebek ukurannya adalah 2,5-3MM dan 3,5-4MM pada motor sport.
Untuk mengetahui ketebalan piringan cakram,kita bisa menggunakan bantuan alat pengukur mikro meter,tinggal jepit maka akan segera diketahuiukuran ketebalannya.namun nggak hanya karena sudah tipis wajib untuk mengganti piringan cakram pada kendaraan anda.jika mengalami force majure (hal yg tak terduga,misal pernah trjadi tabrakan),mungkin juga akibat tergores kampas rem yg habis atau juga melengkung akibat overheat bergesekan terus dengan plat besi kampas rem secara terus-menerus,maka kemungkinan besar piringan cakram anda jg sudah tidak standart lg.
Cara mengetahuinya juga termasuk gampang dan sedrhna.jika permukaannya sudah tidak rata akibat gesekan dengan plat kampas rem,biasanya akan lagsng kelihatan.tapi jika sudah melengkung,trik paling jitu buat ngetesnya bisa menggunakan spidol.pasang spidol di fork dan tempelkan ujung spidol pada permukaan piringan cakram,kemudian putar rodanya.jika hasil spidol tidak merata pada seluruh permukaan piringan cakram,maka itu tandanya sudah mesti di ganti daripada beresiko tinggi jika terus menggunakannya.
Selamat Mencoba..!!!!!!
Nah, kapan dong batas maksimal penggunaanya??
Jika kita belajar untuk teliti memperhatikan detail-detail angka yg ada di bagian piringan cakram,maka kita akan lebih cepat untuk mengantisipasi keausan di bagian trsebut.
Cobalah perhatikan dengan seksama,pasti ada tulisan Min TH pada bagian tertentu di piringan cakram tsb,yang artinya Minimum Thickness atau batas paling tipis.rata-rata pada motor bebek ukurannya adalah 2,5-3MM dan 3,5-4MM pada motor sport.
Untuk mengetahui ketebalan piringan cakram,kita bisa menggunakan bantuan alat pengukur mikro meter,tinggal jepit maka akan segera diketahuiukuran ketebalannya.namun nggak hanya karena sudah tipis wajib untuk mengganti piringan cakram pada kendaraan anda.jika mengalami force majure (hal yg tak terduga,misal pernah trjadi tabrakan),mungkin juga akibat tergores kampas rem yg habis atau juga melengkung akibat overheat bergesekan terus dengan plat besi kampas rem secara terus-menerus,maka kemungkinan besar piringan cakram anda jg sudah tidak standart lg.
Cara mengetahuinya juga termasuk gampang dan sedrhna.jika permukaannya sudah tidak rata akibat gesekan dengan plat kampas rem,biasanya akan lagsng kelihatan.tapi jika sudah melengkung,trik paling jitu buat ngetesnya bisa menggunakan spidol.pasang spidol di fork dan tempelkan ujung spidol pada permukaan piringan cakram,kemudian putar rodanya.jika hasil spidol tidak merata pada seluruh permukaan piringan cakram,maka itu tandanya sudah mesti di ganti daripada beresiko tinggi jika terus menggunakannya.
Selamat Mencoba..!!!!!!
Label:informasi
SETTING MOTOR
Langganan:
Postingan (Atom)